Terapi Medis dan Herbal Untuk Meningkatkan Produksi ASI


image

Terapi Medis dan Herbal Untuk Meningkatkan Produksi ASI

Beberapa obat medis dan herbal telah banyak diteliti dan digunakan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI termasuk pada keadaan prematuritas, gagal tumbuh, adopsi dan pemisahan ibu bayi karena ibu atau bayi sakit. Sebelum menggunakan laktogogue ini, sebaiknya memperbaiki teknik menyusui, dan faktor-faktor lain yang mungkin menjadi penyebab kurangnya produksi ASI. Beberapa obat seperti metoklopramid, Domperidon, Sulpirid, dan  klorpromazin dilaporkan penggunaannya untuk mempertahankan proses menyusui dan memperbaiki produksi ASI. Walaupun demikian penggunaan obat tersebut perlu pengawasan karena adanya efek samping yang dilaporkan. Obat herbal dapat dipertimbangkan penggunaannya pada  keadaan kekurangan ASI dengan mempertimbangkan risiko dan keuntungannya.

Obat atau zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan atau meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) ibu menyusui. Produksi ASI yang rendah merupakan alasan tersering ibu/orangtua untuk menghentikan menyusui bayinya sehingga ibu-ibu dan dokter berusaha mencari obat untuk mengatasi masalah ini.

ASI diproduksi melalui proses kompleks yang mencakup faktor fisik dan emosional serta interaksi banyak hormon terutama hormon prolaktin. Setelah bayi dilahirkan dan plasenta dikeluarkan, kadar hormon progesteron dan estrogen ibu menurun sehingga kadar prolaktin akan meningkat dan dimulailah produksi ASI (kontrol endokrin). Setelah beberapa hari kadar prolaktin secara bertahap berkurang tetapi produksi ASI dipertahankan bahkan meningkat karena mekanisme umpan balik lokal yaitu dengan mengosongkan payudara (kontrol otokrin) Oleh karena itu, peningkatan kadar prolaktin diperlukan untuk meningkatkan produksi ASI, tetapi tidak untuk mempertahankan produksi ASI. Jika pengosongan payudara tidak dilakukan secara teratur dan sempurna, produksi ASI akan berkurang. Sebaliknya, makin sering dan sempurna pengosongan payudara menyebabkan peningkatan produksi ASI.

Prolaktin Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian depan akibat stimulasi pada puting. Proses ini diatur oleh hipotalamus dengan dopamin sebagai mediator. Konsentrasi prolaktin serum meningkat selama kehamilan dari 10 ug/L pada wanita tidak hamil menjadi 200 ug/L pada saat kehamilan cukup bulan. Prolaktin dihambat kerjanya dengan kenaikan konsentrasi hormon progesteron. Setelah persalinan, prolaktin ibu yang tidak menyusui akan kembali ke kadar sebelum hamil dalam 2-3 minggu pasca melahirkan.  rolaktin serum basal ibu menyusui tetap tinggi dan meningkat lebih tinggi karena stimulasi pada puting.

Oksitosin Ketika bayi menyusu di payudara ibu, saraf sensoris di areola terangsang. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus, menyebabkan pelepasan oksitosin dari hipofisis bagian belakang. Pelepasan oksitosin dihambat oleh katekolamin yang diproduksi jika ibu stres atau kesakitan. Pencegahan dan pemecahan masalah menyusui yang menyebabkan ibu kesakitan dan stres sangat penting untuk mencapai keberhasilan menyusui.

Indikasi Pemberian Obat

  • Menyusui bayi adopsi (induksi menyusui pada ibu yang tidak mengandung bayi tersebut), relaktasi (menyusui kembali setelah berhenti) dan  meningkatkan produksi yang kurang lancar karena ibu atau bayi sakit atau setelah dipisahkan.
  • Ibu yang tidak menyusui secara langsung tetapi dengan memerah ASI dengan tangan atau dengan pompa sering mengalami penurunan dalam produksi ASI setelah beberapa minggu.
  • Alasan tersering penggunaan pemberian obat adalah untuk meningkatkan produksi ASI yang berkurang pada ibu dengan bayi prematur atau bayi sakit yang dirawat di unit perawatan intensif.

Daftar Obat Untuk meningkatkan produksi ASI

  • Metoklopramid Metoklopramid pada awalnya dipakai sebagai obat antipsikotik dan kemudian di Amerika dipakai sebagai obat gastrokinetik. Penggunaan obat ini sebagai laktogogue pertama kali dilaporkan pada tahun 1975 dalam sebuah surat dan untuk pertama kali diteliti pada tahun 1979. Banyak penelitian metoklopramid sebagai laktogogue, tetapi tidak dianggap sahih dengan standar kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine) saat ini. Banyak dari penelitian itu tidak menggunakan plasebo, hanya beberapa yang dilakukan secara acak serta tidak menggunakan dasar-dasar manajemen laktasi yang baik. Metoklopramid meningkatkan produksi ASI dengan menghambat pelepasan dopamin di susunan saraf pusat, yang mengakibatkan peningkatan kadar prolaktin. Obat ini adalah obat muntah dan juga sering digunakan untuk refluks gastroesofagus pada bayi. Walaupun kadar di ASI pernah diukur lebih tinggi dari kadar serum ibu, kadar pada bayi tidak dapat diukur atau kadarnya di bawah kadar terapi dan tidak pernah dilaporkan efek samping pada bayi. Metoklopramid tidak merubah komposisi ASI secara bermakna. Banyak penelitian yang menunjukkan kegunaan obat ini dalam menginduksi dan meningkatkan produksi ASI, tetapi hanya satu penelitian dengan kontrol tidak berhasil menunjukkan kegunaan obat ini. Penelitian ini membuktikan bahwa memberikan konseling dan semangat kepada ibu berguna untuk kesuksesan proses menyusui. Efek samping berupa keletihan, mengantuk, dan diare dapat terjadi tetapi biasanya ibu tidak perlu menghentikan penggunaan obat ini. Obat harus dihentikan jika terjadi gejala ekstrapiramidal yaitu penurunan kesadaran, sakit kepala, kebingungan, pusing, depresi mental, gelisah atau agitasi. Reaksi distonik akut jarang terjadi (<0,5%) dan mungkin memerlukan pengobatan difenhidramin. Metoklopramid tidak boleh digunakan pada pasien epilepsi atau dalam pengobatan anti kejang, mempunyai riwayat depresi atau dalam pengobatan antidepresi, mempunyai feokromositoma atau hipertensi tidak terkontrol, perdarahan atau obstruksi intestinal, riwayat alergi terhadap metoklopramid. Dosis yang dipakai 30-45 mg per hari dibagi dalam 3-4 dosis, selama 7-14 hari dengan dosis penuh dan diturunkan bertahap selama 5-7 hari. Penggunaan yang lebih lama dapat meningkatkan kejadian depresi. Kadang-kadang produksi dapat berkurang ketika dosis diturunkan, dosis efektif terendah dapat diteruskan.
  • Domperidon Domperidon adalah suatu antagonis dopamin yang dipakai sebagai pengobatan dispepsia postprandial kronik, esofagitis refluks dan emesis. Domperidon dipakai sebagai laktogogue pertama kali dilaporkan tahun 1983. Zat ini meningkatkan prolaktin serum pada wanita menyusui dan tidak menyusui. Pada wanita yang tidak menyusui, domperidon kurang efektif dibandingkan metoklopramid dengan dosis yang sama dalam meningkatkan prolaktin serum tetapi efeknya sama pada wanita yang telah memiliki lebih dari satu anak. Dosis domperidon untuk menginduksi dan mempertahankan laktasi berkisar 10-30 mg sehari 3 kali. Efek farmakologik domperidon lebih pada perifer dari pada sentral seperti metoklopramid.Domperidon sedikit larut dalam lemak, mempunyai berat molekul yang lebih besar dan sedikit berikatan dengan protein dibandingkan metoklopramid. Sifat ini yang menyebabkan terbatasnya zat ini melewati sawar darah otak, sehingga mengurangi efek samping ekstrapiramidal. Suatu penelitian acak, tersamar ganda, kontrol dengan plasebo oleh Da Silva dkk dilakukan terhadap 20 orang ibu dengan bayi prematur. Mereka mendapatkan domperidon 10 mg (n=11) atau plasebo (n=9) 3 kali sehari selama 7 hari. Pada hari ke 5 terdapat perbedaan kenaikan prolaktin serum pada kelompok domperidon dan plasebo. Produksi ASI mengalami kenaikan dari hari ke 2 ke hari ke 7 sebanyak 45% pada kelompok domperidon dan 17% pada kelompok plasebo. Banyaknya perbedaan data dasar pada kedua kelompok pada penelitian ini dan banyaknya dropout, maka pelitian ini gagal membuktikan tentang kegunaan domperidon sebagai laktogogue. Efek samping domperidon sangat jarang, yaitu mulut kering, sakit kepala (berkurang dengan pengurangan dosis) dan kram perut. Pengobatan domperidon dosis tinggi dalam waktu lama pada tikus dihubungkan dengan peningkatan jumlah tumor payudara. Hal ini belum pernah dilaporkan pada manusia. Domperidon tidak boleh diberikan pada pasien yang diketahui sensitif terhadap obat ini dan pasien dengan gangguan saluran cerna (perdarahan saluran cerna, sumbatan mekanik atau perforasi). Dosis yang dipakai 10-20 mg 3-4 kali per hari selama 3-8 minggu. Sebagian besar ibu telah menunjukkan respon 3-4 hari, tetapi bisa berkisar 24 jam sampai 2-3 minggu untuk mendapatkan efek maksimal.
  • Sulpirid Sulpirid adalah obat antipsikotik (neuroleptik) yang kerjanya dengan meningkatkan prolactin releasing hormone. Dua penelitian telah menunjukkan peningkatan produksi ASI dibandingkan plasebo. Efek samping pada ibu berupa efek ekstrapiramidal seperti pada penggunaan metoklopramid dan peningkatan berat badan. Dosis yang dianjurkan adalah 50 mg dua atau tiga kali per hari.
  • Chlorpromazin Chlorpromazin adalah sebuah anti psikotik yang juga sudah digunakan sebagai laktogogue. Pada suatu laporan kasus, disebutkan dosis 25 mg tiga kali sehari selama 1 minggu berhasil meningkatkan produksi ASI. Bentuk molekul chlorpromazin serupa dengan molekul dopamin, dan mempunyai kemampuan mengikat reseptor dopamin. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar prolaktin. Penggunaan antipsikotik seperti sulpirid atau chlorpromazin dalam meningkatkan proses laktasi sudah dilakukan, tetapi penggunaan zat ini terbatas karena efek sampingnya termasuk kemungkinan reaksi ekstrapiramidal dan peningkatan berat badan.
  • Hormon Pertumbuhan Mekanisme kerja hormon pertumbuhan dalam meningkatkan laktasi belum diketahui. Penelitian Gabay pada 16 ibu sehat diberikan hormon pertumbuhan manusia dan plasebo pada hari ke 3-9. Pada data awal, produksi ASI kedua kelompok sama. Setelah 7 hari pengobatan, terdapat kenaikan produksi ASI yang bermakna pada kelompok yang mendapat terapi hormon pertumbuhan dibandingkan dengan kelompok plasebo. Tidak ada perubahan yang berarti dalam kandungan ASI dan tidak ada efek samping pada ibu. Penggunaan obat ini sebagai laktogogue masih terbatas.
  • Thyrotrophin-Releasing Hormone Thyrotrophin-releasing hormone (TRH) di Amerika Serikat dipakai sebagai bahan diagnostik untuk menilai fungsi tiroid. Strukturnya sama dengan TRH natural, yang meningkatkan pelepasan TSH dan prolaktin. Peter dkk. meneliti 19 ibu dengan ASI kurang secara acak. Pada kelompok yang mendapat TRH, produksi ASI meningkat. Penggunaan TRH dosis tinggi (40 mg) untuk waktu yang lama dihubungkan dengan terjadinya hipotiroid, tetapi tidak terjadi pada penelitian di atas. Pada praktek klinik, penggunaan TRH untuk inisiasi dan mempertahankan ASI tidak umum.
  • Oksitosin Obat ini tidak lagi dipakai di Amerika Serikat. Penelitian oleh Rusi dkk pada 8 ibu dengan bayi prematur yang mendapatkan oksitosin semprot atau cairan plasebo sebelum menyusui, didapatkan hasil berupa peningkatan produksi ASI pada ibu yang menggunakan oksitosin semprot hidung 3-5 kali pada primipara dan 2 kali lipat pada multipara. Pada penelitian ini tidak ditemukan perubahan dalam komposisi ASI.

Terapi Herbal Untuk Meningkatan produksi ASI

Sangat mungkin bahwa obat herbal dapat membantu meningkatkan suplai susu. Ada beberapa obat yang jelas melakukan peningkatan pasokan susu, dan tentu saja masuk akal untuk mengasumsikan bahwa beberapa tanaman dan rempah-rempah mungkin mengandung agen farmakologis yang sama. Hampir setiap kebudayaan di suatu memiliki semacam ramuan atau tanaman atau ramuan untuk meningkatkan suplai susu.

Beberapa orang mungkin bekerja sebagai plasebo, yang baik-baik saja, beberapa mungkin tidak bekerja sama sekali, beberapa mungkin memiliki satu atau lebih bahan aktif. Beberapa akan memiliki bahan aktif yang tidak akan meningkatkan suplai susu tetapi memiliki efek lain, belum tentu diinginkan.

Perhatikan bahwa bahkan herbal dapat memiliki efek samping, bahkan yang serius. Obat sumber alami masih obat, dan tidak ada hal seperti itu sebagai obat yang aman 100%. Untungnya, seperti kebanyakan obat, bayi akan mendapatkan hanya sebagian kecil dari dosis ibu. Bayi itu demikian sangat tidak mungkin untuk memiliki efek samping sama sekali dari

Pengobatan Herbal lain yang telah digunakan untuk meningkatkan suplai susu adalah:

    • alfalfa
    • ubi jalar
    • spirulina
    • kambing rue
    • Daun raspberry
    • adas
    • ragi
    • jelatang
    • shatavari
    • fenugreek dan Blessed Thistle
    • daun katuk
    • Biji Ketapang
    • Rimpang Temulawak
    • Daun Deres

Biji Ketapang

  • Bahan: Biji ketapang 1 genggam, Pati garut 5 sendok makan, Gula 1 sendok makan dan Air secukupnya
  • Cara membuat: Hancurkan biji ketapang hingga lembut. Rebus air hingga mendidih, kemudian masukkan semua bahan. Aduk sampai mengental dan dinginkan hingga menjadi bubur. Bubur dikonsumsi untuk 2 kali sajian pagi dan sore.

Rimpang temulawak

  • Bahan: Rimpang temulawak 1/2 jari tangan, Gula batu lembut 5 sendok makan, Tepung sagu 2 sendok makan dan Air 2 gelas
  • Cara membuat: Temulawak dicuci lalu diiris tipis. Rebus temulawak bersama gula dan air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Dengan wadah lain, tepung sagu dicampur dengan air matang dingin secukupnya. Aduk hingga merata dan tidak ada gumpalan. Campurkan adukan ini dengan rebusan yang sudah hangat suam-suam kuku. Ramuan ini diminum sekali habis selama beberapa hari, hingga ASI lancar.

Daun deres

  • Bahan: Daun deres 1 genggam dan Air matang 1/2 gelas
  • Cara membuat: Tumbuk daun deres hingga lembut, campurkan air, dan aduk rata. Lalu saring dengan kain bersih. Minum ramuan ini pagi hari sebelum makan

Beberapa Teas Laktasi mungkin efektif untuk beberapa ibu. Sekali lagi, dengan tidak ada standarisasi dan bukti empiris sedikit sulit untuk tahu. Kami melakukan mendengar dari banyak ibu yang telah membantu untuk meningkatkan pasokan susu mereka. Ini termasuk: ASI teh, teh keperawatan, teh laktasi. Tentu saja, tidak ada salahnya untuk mencoba.

Daun Ubi Jalar

Daun ubi jalar itu dapat meningkatkan produksi ASI. Karena dalam daun tersebut ada zat-zat laktagogum yang bisa meningkatkan produksi ASI. Selain itu di dalam daun ini juga ada kandungan karotenoid dan zat besi. Penggunaan daun ubi jalar untuk tingkatkan ASI ini sudah digunakan di beberapa negara lainnya.  Daun ubi jalar juga mengandung provitamin A yang tinggi dan protein. Tapi jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya pilih yang organik atau tidak menggunakan pestisida, karena jika di daun tersebut ada pestisida dan dimakan oleh ibu yang menyusui, maka zat-zat dari pestisida ini akan masuk ke dalam tubuh bayi. Ubi jalar sangat kaya akan antioksidan. Semakin pekat warnanya, semakin banyak kandungan antioksidannya. Uji jalar mempunyai beragam warna, ada yang berwarna ungu, ,merah, kuning pucat atau putih. Warna tergantung pada jenisnya, jenis tanah, iklim serta mineral. Merah pertanda kaya Betakaroten Kita mengenal ada beberapa jenis ubi jalar. Yang paling umum adalah ubi jalar putih. Selain itu ada juga yang ungu maupun merah. Sekalipun disebut ubi jalar merah, sebenarnya warna daging buahnya adalah tidak merah, tapi kekuningan hingga jingga alias orange. Dibanding ubi jalar putih,tekstur ubi jalar merah memang lebih berair dan lebih lembut. Rasanya tidak semanis yang putih padahal kadar gulanya tidak berbeda. Ubi jalar putih mengandung 260 mkg (869 SI) betakaroten per 100 gram, ubi merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2900 mkg (9675 SI) betakaroten, ubi merah yang berwarna jingga 9900 mkg (32967 SI). Makin pekat warna jingganya. makin tinggi kadar betakarotennya yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh.

Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan menyimpan 50000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23 cangkir brokoli, yang menggembirakan perebusan hanya merusak 10% kadar betakaroten, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven hanya 20%. Namun penjemuran menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%. Menyantap seporsi ubi jalar merah kukus /rebus sudah memenuhi anjuran kecukupan vitamin A 2100 – 3600 mkg sehari.

Kandungan kimia pada ubi jalar adalah protein, lemak, karbohidrat, kalori, serat, abu, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C, dan asam nikotinat. Makan 1 buah sedang ubi jalar merah mentah sudah memenuhi 42 % anjuran kecukupan vitamin C sehari. Dibanding dengan havermut (oatmeal), ubi jalar merah lebih kaya serat, khususnya oligosakarida. Menyantap ubi jalar merah 2 – 3 kali seminggu membantu kecukupan serat. Apabila dimakan bersama kulitnya menyumbang serat lebih banyak lagi.

Cara membuat:

  • Siapkan beberapa ikat daun ubi jalar yang masih segar, kira-kira sebesar ikatan sayur
  • Cuci bersih daun ubi jalar yang sudah kita siapkan tersebut
  • Rebus daun ubi jalar tersebut
  • Saring dan ambil airnya
  • Minum, airnya untuk pencegahan sebaiknya minum air rebusan daun ubi jalar tersebut, sebagai pengganti air minum sehari-hari

Makanan yang dapat membantu:

  • Makan oatmeal setiap hari,
  • bawang putih di moderasi,
  • jahe dan tumbuh-tumbuhan di moderasi

Dua pengobatan herbal yang tampaknya meningkatkan suplai susu fenugreek dan Blessed Thistle

  • Fenugreek: 3 kapsul 3 kali sehari
  • Blessed Thistle: 3 kapsul 3 kali sehari, atau 20 tetes tingtur 3 kali sehari

Blessed Thistle kadang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui, mungkin karena jumlah kecil alkohol akan terkandung. Ada beberapa persiapan dari kedua herbal yang diberi label “tidak untuk digunakan oleh ibu menyusui”. Jangan khawatir tentang hal ini, ini herbal yang aman untuk ibu untuk mengambil karena begitu sedikit masuk ke susu. Teh juga tampaknya bekerja, tapi untuk mengambil cukup untuk membuat perbedaan, Anda akan minum teh sepanjang hari dan malam, karena jumlah tumbuh-tumbuhan yang Anda dapatkan adalah jauh lebih sedikit.

  • Fenugreek dan Blessed Thistle tampaknya bekerja lebih baik jika Anda mengambil keduanya, bukan hanya satu atau yang lain.
  • Fenugreek dan Blessed Thistle bekerja dengan cepat. Jika mereka melakukan pekerjaan, biasanya Anda akan melihat perbedaan dalam waktu 12 – 24 jam dari mulai mengambil mereka. Jika tidak, mereka mungkin tidak akan bekerja.
  • Fenugreek sering dijual sebagai kombinasi dengan thyme. Jangan membeli kombinasi ini, tetapi cobalah untuk mendapatkan kapsul dengan fenugreek saja.
  • Obat herbal tidak standar, sehingga meskipun botol fenugreek, misalnya, dapat mengatakan bahwa itu mengandung 405, 505, 605 atau 705 mg / kapsul, kita tidak benar-benar tahu berapa banyak bahan aktif yang Anda ikuti. Fenugreek memiliki bau yang berbeda. Jika Anda tidak bisa mencium bau pada kulit Anda, Anda tidak mengambil cukup, bahkan jika Anda mengambil tiga kapsul tiga kali sehari. Pastikan bahwa fenugreek yang sangat segar dan mengeluarkan bau yang kuat ketika Anda membuka wadah
  • Fenugreek dan Blessed Thistle tampaknya juga untuk bekerja lebih baik dalam beberapa minggu pertama daripada nanti. Pada kenyataannya mereka cenderung bekerja terbaik di minggu pertama. Domperidone bekerja lebih baik setelah beberapa minggu pertama.
  • Anda dapat mengkonsumsi fenugreek dan Blessed Thistle bersama-sama dengan domperidone jika Anda merasa mereka membantu. Jika Anda mengambil kedua bumbu dan domperidone, mengambil Domperidone 3 tablet tiga kali sehari pada waktu yang sama seperti Anda mengambil herbal.
  • Jika Anda siap untuk menghentikan fenugreek dan Blessed Thistle, Anda mungkin bisa berhenti tiba-tiba, atau menyapih off selama seminggu atau lebih.
  • Fenugreek tidak menyebabkan gula darah rendah. Dimana rumor ini datang dari tidak diketahui.

Fakta

  • semua berpikir untuk membantu suplai susu. Sekali lagi, tidak ada salahnya untuk makan oatmeal atau mengambil bawang putih atau jahe.
  • Banyak kebudayaan memiliki sendiri “obat” bahwa mereka telah menemukan untuk membantu. Dan mengapa tidak? Ikan dan Pepaya Soup, piring kari panas, dll-mereka dapat membantu dan mereka tentu tidak bisa terluka.
  • Homeopathy adalah pendekatan lain yang mungkin bekerja dan konsultasi dengan naturopath baik atau homoeopat bisa membantu.
  • Tak satu pun dari pengobatan herbal atau makanan, termasuk Blessed Thistle dan fenugreek, telah terbukti efektif ilmiah
  • Ingat! Pengobatan herbal hanya bagian dari solusi untuk “tidak cukup susu”
  • Sepanjang sejarah wanita telah menggunakan herbal atau makanan untuk memperkuat produksi ASI mereka. Sebagian besar dari bahan-bahan ini belum dievaluasi secara ilmiah tetapi secara tradisional aman dan efektif. Mekanisme kerjanya belum semua diketahui. Herbal yang sering disebutkan sebagai laktogogue antara lain fenugreek, goat’s rue, milk thistle, anise basil, blessed thistle, biji fennel, dan marshmallow. Bir sering digunakan pada beberapa kebudayaan, tetapi alkohol dapat menurunkan produksi ASI. Di daerah Batak dikenal daun bangun-bangun, sedangkan di daerah Jawa dikenal daun katuk, di Sulawesi Utara dikenal jantung pisang yang dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Fenugreek (Trigonella foenum-graecum) merupakan herbal yang paling sering direkomendasi sebagai laktogogue. Fenugreek merupakan anggota keluarga kacang-kacangan (pea family). Zat ini telah digunakan untuk berbagai indikasi termasuk batuk, bronkitis, sakit tenggorokan, dan sakit pada menstruasi. Sebagai laktogogue, obat ini dilaporkan tahun 1945. Tetapi belum ada laporan yang resmi. Mekanisme kerja yang spesifik tidak diketahui, secara teori fenugreek mungkin mempengaruhi produksi ASI dengan merangsang produksi keringat dan payudara adalah modifikasi kelenjar keringat. Pada penelitian 1200 ibu yang menggunakan obat ini, dilaporkan peningkatan produksi ASI dalam 24-72 jam setelah terapi dimulai. Penghentian obat ini dilakukan setelah produksi ASI cukup. Dosis fenugreek sebagai laktogogue yang direkomendasikan adalah 2-3 kapsul tiga kali per hari. Efek samping yang dilaporkan jarang yaitu berupa bau seperti maple pada urin dan keringat, diare, dan memperberat gejala asma.
  • Daun katuk (Sauropus androgynus) banyak digunakan secara tradisional di Indonesia. Saroni dkk. mendapatkan hasil kenaikan produksi ASI sebanyak 50,7% lebih banyak pada ibu yang mengkonsumsi ekstrak daun katuk dibandingkan kelompok plasebo. Pemberian ekstrak daun katuk menurunkan jumlah subyek kurang ASI sebanyak 12,5%. Zat ini tidak menurunkan kualitas ASI karena tidak ada perbedaan kadar protein dan kadar lemak ASI. Dosis yang digunakan 3 x 300 mg per hari selama 15 hari terus-menerus.

www.asilaktasi.com

Provided By: KLINIK ASI LAKTASI ONLINE Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation. “BREAST IS THE BEST. Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life”. GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085102466102 – 085100466103 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 29614252 – 08131592-2012 – 0813159202013 email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com Facebook http://www.facebook.com/GrowUpClinic Twitter: @growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online We are guilty of many errors and many faults.

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, KLINIK ASI LAKTASI ONLINE, Information Education Network. All rights reserved

Pos ini dipublikasikan di ASI, ASI EKSLUSIF, Manajemen Laktasi, Masalah Pemberian ASI, Permasalahan Pemberian ASI dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s