ASI Bengkak dan Tersumbat, Inilah Penyebab dan Penanganannya


image


Saluran ASI bisa tersumbat jika saluran susu tidak mengalami pengosongan dengan baik, misalnya akibat posisi menyusui tidak bervariasi, Anda sibuk atau stres sehingga bayi tidak disusui dengan teratur, bayi tidur sepanjang malam sehingga melewati waktu menyusu, BH terlalu ketat atau alat bantu gendong bayi menekan payudara.  Bila saluran ASI tersumbat, timbul gejala sakit, bengkak, bagian payudara mengeras dan kulit payudara memerah. Penyumbatan yang tidak ditanggulangi bisa mencetus radang payudara atau mastitis.

Penyebab

  • Kelenjar air susu manusia mempunyai 15-20 saluran ASI. Bila satu atau lebih saluran ini dapat tersumbat oleh karena tekanan jari ibu pada waktu menyusui atau posisi bayi sedemikian rupa sehingga sebagian saluran ASI tidak mengalirkan ASI atau tekanan oleh BH yang terlalu ketat.
  • Sumbatan dapat juga terjadi karena ASI dalam saluran tersebut tidak segera dikeluarkan karena ada pembengkakan.
  • Penyebab lain yang sering bayi minumnya berkurang bias karena bayi sakit, gangguan saluran cerna atau gangguan sulit makan pada bayi lainnya. Hal ini ditandai dengan bayi yang minumnya kurang, minum ASi sering dilepas, malas minum tetapi produksi ASI berlebihan.
  • Putting payudara sakit karena terluka karena gigitan bayi. Sehingga ibu kesakitan saat memberikan ASI pada bayi. Saat pemberian ASI terganggua tetapi produksi ASI berlebihan maka ASi beresiko tersumbat.
  • image

Pencegahan

  • Bila terdapat gangguan pengeluaran ASI karena bayi minumnya kurang atau karena ibu kesakitan karena terluka maka sebaiknya ASI dipompa dan diberikan ASI pada bayi dengan disendoki
  • Posisi menyusui yang benar. Posisi menyusui perlu diubah-ubah agar semua saluran ASI terkosongkan.
  • Memakai BH yang menunjang tetapi jangan ketat.

Penatalaksanaan :

  • Terus menyusui dan susui bayi terlebih dulu di payudara yang saluran ASI-nya tersumbat, karena saat lapar ia akan mengisap dengan kuat.
  • Lakukan pijatan untuk melonggarkan sumbatan yang terjadi.
  • Hindari memakai BH ketat atau berkawat.
  • Terkadang saluran ASI yang tersumbat dihubungkan dengan adanya bisul kecil di ujung puting susu. Konsultasikan ke dokter.
  • Lebih sering menyusui dari payudara yang tersumbat salurannya.
  • Mengurut daerah yang tersumbat ke arah puting agar ASI bisa keluar.
  • Istirahat yang cukup.
  • Memakai pakaian yang longgar.
  • Bila saluran ASI tetap tersumbat hingga 48 jam, segera ke dokter.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s