12 Kondisi Khusus Pemberian ASI Pada Bayi


image

1. Ibu Melahirkan dengan Bedah Sesar

  • Mintalah segera mungkin untuk dapat menyusui.
  • Cari posisi yang nyaman untuk menyusui seperti : lying flat on your back, clutch (football) hold, side lying, cross cradle (transition) hold.
  • Mintalah dukungan dari keluarga.
  • Berdoa dan yakinlah bahwa ibu dapat memberikan ASI.

2. Ibu Sakit

  • Ibu sakit bukan merupakan alasan untuk berhenti menyusui. Justru dengan tetap menyusui, ASI akan melindungi bayi dari penyakit. Perlu diperhatikan, pada saat ibu sakit diperlukan bantuan dari orang lain untuk mengurus bayi dan rumah tangga. Dengan harapan, ibu tetap mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Tidak ada alasan untuk ibu yang sakit infeksi untuk menghentikan pemberian ASI karena bayi sudah terpapar penyakit tersebut sejak masa inkubasi.
  • Kecuali itu, ibu membentuk antibody terhadap penyakit yang dideritanya yang akan disalurkan melalui ASI kepada bayinya.
  • Tentu ibu dianjurkan melaksanakan hal-hal untuk mencegah penularan misalnya menggunakan masker atau memberikan ASI perah. Mungkin ibu memerlukan bantuan orang lain untuk merawat bayinya.
  • Periksalah ke tenaga kesehatan terdekat, untuk mendapatkan pengobatan yang tidak mempengaruhi ASI maupun bayi.

3. Ibu Penderita HIV/AIDS (+) dan Hepatitis (HbsAg +)

  • Masih ada perbedaan pandangan mengenai penularan penyakit HIV/AIDS atau Hepatitis melalui ASI dari ibu penderita kepada bayinya.
  • Ada yang berpendapat bahwa ibu penderita HIV/AIDS atau Hepatitis tidak diperkenankan untuk menyusui. N
  • amun demikian, WHO berpendapat: ibu penderita tetap dianjurkan memberikan ASI kepada bayinya dengan berbagai pertimbangan. Antara lain: alasan ekonomi, aspek kesehatan ibu.

4. Ibu Penderita TBC Paru

  • Pada ibu penderita TBC paru tetap dianjurkan untuk menyusui, karena kuman TBC tidak ditularkan melalui ASI.
  • Ibu tetap diberikan pengobatan TBC paru secara adekuat dan diajarkan cara pencegahan pada bayi dengan menggunakan masker.
  • Bayi diberikan INH sebagai profilaksis.
  • Pengobatan pada ibu dilakukan kurang lebih 3 bulan kemudian dilakukan uji Mantoux pada bayi. Bila hasil negatif terapi INH dihentikan dan imunisasi bayi dengan vaksinasi BCG.

5. Ibu Penderita Diabetes

  • Bayi tetap diberikan ASI, namun kadar gula darahnya tetap dimonitor.

6. Ibu yang Memerlukan Pengobatan

  • Banyak dijumpai pada ibu menyusui yang meminum obat-obatan dikarenakan sakit menghentikan pemberian ASI nya. Dengan alasan, obat-obatan yang ibu minum mengganggu bayi dan kadar ASI.
  • Ada jenis obat-obatan tertentu yang sebaiknya tidak diberikan pada ibu menyusui.
  • Apabila ibu memerlukan obat, berikan obat yang masa paruh obat pendek dan mempunyai rasio ASI-plasma kecil atau dicari obat alternatif yang tidak berakibat pada bayi maupun ASI.

7. Ibu Hamil

  • Pada saat ibu masih menyusui, terkadang hamil lagi. Dalam hal ini tidak membahayakan bagi ibu maupun bayi, asalkan asupan gizi pada saat menyusui dan hamil terpenuhi.
  • Perlu dipertimbangkan adanya hal-hal yang dapat dialami antara lain: puting susu lecet, keletihan, ASI berkurang, rasa ASI berubah dan dapat terjadi kontraksi uterus dari isapan bayi

8. Ibu dengan CMV

  • Bayi yang lahir cukup bulan boleh diberi ASI. Bayi yang lahir prematur tidak dianjurkan mendapat ASI.

9. Ibu dengan varisella

  • Boleh diberi ASI perah bila tidak ada lesi pada payudara.

10. Ibu dengan Toksoplasmosis

  • Tidak dilarang memberi ASI karena transmisi melalui ASI belum ada yang melaporkan.

11. Ibu dengan Trikomonas vaginalis

  • Bila dapat diobati local tidak ada kontraindikasi menyusui.

12. Ibu dengan malaria

  • Pengobatan dengan obat antimalaria bukan merupakan kontraindikasi menyusui.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s