Inilah 25 Keunikan ASI


1. ASI adalah zat hidup yang kompleks dan makanan yang bergizi lengkap untuk bayi sampai enam bulan age. Tidak ada produk susu formula justru dapat meniru payudara milk. ASI adalah ‘cairan bioaktif’ dengan perubahan sifat fisik dan konsentrasi nutrisi. Hal ini juga sangat penting dalam memberikan perlindungan terhadap infeksi:

2. ASI merupakan senjata paling berharga untuk meningkatkan sistem kekebalan yang belum matang dari neonatus dan untuk memperkuat mekanisme pertahanan tuan rumah melawan infeksi atau agen asing lainnya

3. Kolostrum, sekresi yang dihasilkan dalam beberapa hari pertama setelah lahir, adalah kaya nutrisi, dan mengandung protein esensial, vitamin, enzim, faktor pertumbuhan, antibodi dan bakteri non-patogen untuk melindungi terhadap illness.37 sekresi pertama ini secara bertahap berubah menjadi susu matang selama satu pertama yang dua minggu setelah lahir. Misalnya, ada konsentrasi yang lebih rendah dari lemak dalam kolostrum dibandingkan susu matang tapi konsentrasi yang lebih tinggi dari protein dan minerals.

4. ASI adalah dinamis dan interaktif. Komposisinya bervariasi antara individu, tergantung pada diet dan tahap laktasi. Biokimia ASI yang kompleks berarti bahwa perubahan dari pagi sampai malam dan bahkan selama feed. Susu pertama dicerna oleh bayi selama feed memiliki kandungan lemak yang lebih rendah, yang terus meningkat sampai perasaan ‘kenyang’ adalah reached.

5. Konsep ASI sebagai makanan harus lebih baik ditekankan. Dr Debra Hector dari Wales Pusat New South Gizi Kesehatan Masyarakat mencatat bahwa telah terjadi ‘sedikit dari pemisahan antara menyusui dan pengenalan makanan padat ke dalam diet.’ Masyarakat mungkin tidak menganggap ASI sebagai makanan, mengingat gizi dimulai dengan padatan. Hal ini dapat menyebabkan pemahaman yang berkurang pentingnya penting ASI dalam membangun gizi yang baik sejak lahir.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

6. Mempromosikan manfaat kesehatan dari menyusui. Mengingat manfaat kesehatan yang luas untuk kedua bayi dan ibu yang dapat dikaitkan dengan menyusui, panitia percaya harus ada promosi publik yang lebih besar dari manfaat menyusui.

7. Dalam  pandangan yang kuat mengungkapkan tentang cara di mana pesan kesehatan publik di seluruh menyusui harus dibingkai. Beberapa berpendapat bahwa slogan ‘payudara terbaik’ menyesatkan, dan dapat diartikan sebagai berarti bahwa menyusui adalah yang ideal yang tinggi, tapi tak terjangkau bagi banyak ibu dalam kenyataan. Sebaliknya, akan lebih baik untuk mempromosikan menyusui sebagai cara normal dan alami untuk memberi makan babies. Lainnya menyarankan bahwa kampanye kesehatan masyarakat tentang menyusui akan lebih efektif jika risiko susu formula lebih berat emphasised.
Sejauh ini fokus pada risiko susu formula mungkin memiliki efek mengasingkan ibu-ibu yang menyusui upaya tulus belum didukung cukup kuat oleh masyarakat dan kesehatan profession.

8. Panitia percaya bahwa kampanye positif mempromosikan menyusui seperti biasa akan menjadi cara yang paling efektif untuk menyajikan pesan menyusui. Kampanye kesehatan masyarakat juga harus didukung oleh tindakan praktis dan struktural perubahan yang lebih luas dalam masyarakat dan kesehatan profesi untuk membantu ibu menyusui.

9. Komite mendukung menyusui selama ibu dan anak yang nyaman untuk terus, tapi setuju dengan para ahli seperti Profesor Binns, yang mencatat bahwa lebih menguntungkan dengan mempromosikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, dari untuk mempromosikan pemberian ASI berkepanjangan melampaui 12 bulan – 44 bulan Perlu dicatat bahwa manfaat kesehatan dari menyusui adalah secara maksimal di bulan awal kehidipan

10. Produksi Lebih Lancar dengan Pijat Oksitosin. Pijat oksitosin bertujuan supaya kontraksi otot saluran ASI bekerja. Pijat ini dilakukan sesudah ibu melahirkan dan menyusui. Kemudian, dilakukan terutama oleh suami. Caranya, ibu buka baju dan posisinya agak membungkuk, membuka bra, dalam posisi bra menggantung. Temukan dulu tulang atlas yaitu tulang di arah leher bawah yang lebih menonjol. Lalu diukur dua jari di bawah tulang atlas, kemudian kita temukan garis tengah dari ruas tulang belakang. Selanjutnya, letakkan satu jari kiri kanan. Lokasi pemijatan di samping satu jari kiri kanan. Pemijatan ini dapat dilakukan dengan arah ke luar atau ke dalam. Saat posisi ibu condong ke depan dengan payudara menggantung, perhatikan arah puting payudara ibu kemudian tarik garis ke punggung. Nah, garis itulah yang menjadi batas pemijatan oksitosin ini.

image

11. ASI Dijadikan Bahan Sabun Mandi. Sebagian warga China memanfaatkan ASI dengan membuat sabun. Berbekal dari instruksi sederhana yang diperoleh di internet, kalangan ibu di China mengubah sisa ASI yang tidak terpakai menjadi sabun mandi. Sabun Mandi tersebut dijual lewat situs belanja online China, taobao.com. Dalam sebuah iklan di situs tersebut, para ibu pengusaha tersebut mengklaim bahwa sabun ASI dapat memutihkan dan melindungi kulit. Meskipun, para dokter sendiri masih ragu akan khasiat sabun ASI. Malah, bukan tak mungkin juga jika ada penyakit dapat ditularkan dari virus yang ada pada ASI tersebut.

12. ASI untuk Facial. Sebuah spa yang berada di Chicago, Amerika bernama Mud Spa menyediakan menu facial menggunakan ASI (air susu ibu). Mud Spa mendapatkan ASI dengan membelinya dari beberapa ibu di daerah setempat. ASI yang didapatkan pun harus memiliki sertifikat bank ASI. ASI yang dipakai untuk facial telah dicek secara medis.

13. ASI Dijadikan Suvenir. Di tangan ibu asal Adelaide, Amy McGlade, ASI bisa disulap menjadi suvenir seperti cincin, manik-manik, gelang, liontin, anting-anting dan mutiara buatan. Dalam bisnis yang ia beri nama Baby Bee Hummingbirds, menurut Amy produk yang paling populer adalah batu permata dari ASI. Ada ibu yang sayang membuang ASI-ASI simpanannya dalam freezer, kemudian mengirimnya ke Amy untuk disulap menjadi perhiasan lucu.

14. ASI Bisa Keluar Saat Masih Hamil. Selama masa kehamilan, kelenjar ASI sudah mulai bekerja bahkan di minggu ke 14-26 kehamilan. Keluarnya ASI di saat hamil umumnya berupa kolostrum dengan warna kekuningan atau bening dan lengket. Semakin dekat waktu persalinan, warna ASI makin bening. Meski demikian, bukan berarti semua ibu mengalami keluarnya ASI ketika hamil. Kolostrum yang dikeluarkan saat ibu hamil pun bukan indikasi kondisi abnormal dan tidak akan habis. Sehingga, ibu tidak perlu khawatir.

15. ASI Tetap Lancar Saat Ibu Berpuasa. Bagi ibu menyusui dengan anak usia di atas 6 bulan, tetap dibolehkan berpuasa. Strategi agar ASI tetap lancar saat puasa adalah tetap makan seperti biasa yakni tiga kali sehari. Sarapan diganti saat sahur, makan siang di waktu berbuka, dan makan malam dilakukan sehabis tarawih. Selama tidur semalaman, jangan lupa letakkan air minum di sisi tempat tidur. Perlu diketahui, hanya ibu dengan keadaan gizi yang sangat buruk saja yang tidak dapat memproduksi ASI cukup.

16. ASI Bisa Terpapar Kafein. Kualitas ASI juga bergantung pada makanan yang dikonsumsi ibu. Karena itu ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi kopi atau minuman lain yang mengandung kafein, karena ASI yang dihasilkan bisa memengaruhi detak jantung bayi menjadi lebih cepat. ASI yang mengandung kafein juga membuat bayi lebih sering kencing karena ginjalnya bekerja lebih keras.

17. ASI Lebih Lancar di Malam Hari. Prolaktin merupakan hormon penting yang dibutuhkan dalam produksi ASI. Menyusui di malam hari membuat hormon ini lebih aktif, sehingga produksi ASI tidak tersendat. Menyusui malam penting untuk keberhasilan ASI eksklusif, karena prolaktin memang lebih aktif di malam hari.

18. Alkohol Bisa Masuk ke ASI. Di masa menyusui, seharusnya ibu menjauhi konsumsi alkohol. Apabila selama masa menyusui seorang ibu tetapi  mengonsumsi alkohol, maka alkohol tersebut akan masuk ke dalam ASI, dengan konsentrasi yang sama seperti yang ditemukan di dalam aliran darah. Jika bayi mengonsumsi ASI yang mengandung alkohol satu gelas per hari, akan mungkin mengalami gangguan perkembangan motorik. Bayi juga dapat mengalami perubahan pola tidur karenanya.

19. Payudara Implan Tetap Bisa Menyusui. Posisi implan dan tempat ASI diproduksi memiliki jaringan yang berbeda, sehingga tidak memengaruhi pemberian ASI, asalkan tidak bocor. Implan payudara tidak mempengaruhi ASI, karena implan ini biasanya dimasukkan ke lemak. Karena itu pemberian ASI oleh perempuan yang menggunakan implan payudara baru bisa berbahaya jika implannya bocor atau pecah sehingga bisa meracuni ASI.

20. Apapun Bentuk Putingnya, ASI Tetap Bisa Keluar. Puting susu hanyalah sebuah marker atau penanda saja yang terletak pada payudara ibu. Namun, masih banyak masyarakat yang menduga bahwa ASI dikeluarkan dengan cara disedot dari puting. Sebenarnya terjadi adalah ASI keluar dengan cara diperah dari area yang berwarna hitam (areola), bukan disedot dari putingnya. Jadi apapun bentuk putingnya, ASI masih bisa keluar.

21. Diminati Pria Dewasa. Bukan cuma bayi yang mengonsumsi ASI, orang dewasa pun belakangan banyak yang menyukainya. Para binaragawan di Amerika Serikat mengonsumsi ASI sebagai pengganti suplemen protein dan penambah energi. Sebagian pria lainnya mengonsumsi ASI untuk alasan kesehatan. Para ahli meragukan khasiat ASI pada orang dewasa. Menurutnya, ASI tidak tepat digunakan sebagai pengganti suplemen karena komponen pada ASI secara alami ditujukan untuk bayi.

22. ASI Bisa Keluar dari Wanita yang Tak Melahirkan. Perempuan yang tidak hamil dan melahirkan bisa menyusui bayi yang diadopsinya setelah menjalani induced lactation atau mencetuskan penyusuan ibu. dr Asti Praborini, SpA dari RS Kemang Medical Care (KMC) memaparkan butuh waktu sekitar 21 hari bagi perempuan yang menjalani induced lactation untuk kemudian bisa mengeluarkan ASI. Sehingga sejak awal pasien sudah dirawat, dan ketika sudah keluar dari RS pun pasien akan tetap mendapat pantauan. Untuk menambah jumlah ASI yang dihasilkan, ibu mendapat laktogok dan bisa juga ditambah terapi akupunktur. Saat bayi menyusu di payudara ibu, digunakan pula alat suplementer, di mana di dalam suplementer diisi dengan susu lain misalnya susu formula atau ASI donor.

23. ASI Lancar Jika Ibu Bahagia. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan produksi ASI berkurang, terutama dari sisi psikologis seperti khawatir, stres atau efek nyeri pasca persalinan. Tak cukup bila hanya mengusahakan produksi ASI dengan mengandalkan konsumsi sayur katuk saja. Yang paling penting justru dari sisi psikis sang ibu. Saat menyusui, ibu memerlukan ketenangan pikiran yang membuatnya rileks dan bahagia. Sebab bisa dipastikan akan berpengaruh terhadap produksi ASI dan kenyamanan bayi saat menyusu.

image

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s