Kontroversi dan Mitos Pemberian ASI


image

Mampu Bersihkan Usus Bayi yang Baru Lahir

Bayi kerap kali mengalami diare pada saat ibu memberinya ASI. Kondisi seperti ini memang wajar terjadi. Biasanya terjadi pada usia hingga 1-1,5 bulan. Usus bayi yang baru lahir karena belum terpakai jadi masih memiliki rongga-rongga yang harus diperbaiki dengan ASI. Pada saat di kandungan sistem pencernaan bayi kan tidak terpakai. Usus jadinya tidak bekerja. Nah, ASI ini membersihkan usus-usus. Reaksinya dengan diare itu. Untuk itu, ibu tidak perlu khawatir dan menjadi tidak percaya diri pada kualitas ASI yang dimiliki.

image

ASI wanita dengan Hepatitis B Masih Bisa Dikonsumsi Bayinya

Padahal, pasca melahirkan ibu masih bisa menyusui bayinya tanpa khawatir adanya proses penularan hepatitis B. Asal putingnya tidak terluka, tidak berdarah, ya nggak apa-apa. Yang perlu dikhawatirkan virusnya ini masuk ke tubuh bayi melalui darah yang diisap. Sementara itu, penularan langsung melalui Air Susu Ibu (ASI) dikatakan kemungkinannya sangat rendah. Maka dari itu, ketika menyusui anak sebaiknya diusahakan agar puting ibu tidak terluka, caranya dengan memerhatikan posisi ibu dan bayi yang tepat saat menyusui.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ASI Tetap Lancar Saat Ibu Berpuasa

Bagi ibu menyusui dengan anak usia di atas 6 bulan, tetap dibolehkan berpuasa. Strategi agar ASI tetap lancar saat puasa adalah tetap makan seperti biasa yakni tiga kali sehari. Sarapan diganti saat sahur, makan siang di waktu berbuka, dan makan malam dilakukan sehabis tarawih. Selama tidur semalaman, jangan lupa letakkan air minum di sisi tempat tidur. Perlu diketahui, hanya ibu dengan keadaan gizi yang sangat buruk saja yang tidak dapat memproduksi ASI cukup.

ASI Bisa Terpapar Kafein

Kualitas ASI juga bergantung pada makanan yang dikonsumsi ibu. Karena itu ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi kopi atau minuman lain yang mengandung kafein, karena ASI yang dihasilkan bisa memengaruhi detak jantung bayi menjadi lebih cepat. ASI yang mengandung kafein juga membuat bayi lebih sering kencing karena ginjalnya bekerja lebih keras.

image

ASI Lebih Lancar di Malam Hari

Prolaktin merupakan hormon penting yang dibutuhkan dalam produksi ASI. Menyusui di malam hari membuat hormon ini lebih aktif, sehingga produksi ASI tidak tersendat. Menyusui malam penting untuk keberhasilan ASI eksklusif, karena prolaktin memang lebih aktif di malam hari.

ASI Dijemur Jadi Darah?

Sempat beredar kabar jika ASI dijemur maka akan berubah menjadi darah. Hal ini dikaitkan dengan keharusan seorang anak berbakti kepada ibunya, karena ketika ia meminum ASI sama dengan ia meminum darah ibu. Faktanya, hal itu sama sekali tidak berhubungan. Perubahan warna ASI ketika dijemur dikarenakan adanya reaksi kimia antara kandungan vitamin dan beberapa unsur-unsur ASI itu sendiri. Bahkan ASI yang dijemur pun warnanya tidak merah.

image

Tak Terpengaruh Ukuran Payudara

Ukuran payudara tidak mempengaruhi berapa banyak ASI yang bisa dihasilkan, karena ukuran payudara lebih tergantung pada jumlah pendukung dan lemak jaringan fibrosa dari jumlah kelenjar susu. Karena itu wanita dengan payudara besar tidak selalu menghasilkan ASI lebih banyak. Namun ukuran payudara biasanya akan meningkat selama kehamilan, terutama selama trimester ketiga saat alveoli (sel yang memproduksi ASI) dan milk duct (saluran yang membawa ASI ke puting) tumbuh dan berkembang secara signifikan.

image

Payudara Implan Tetap Bisa Menyusui

Posisi implan dan tempat ASI diproduksi memiliki jaringan yang berbeda, sehingga tidak memengaruhi pemberian ASI, asalkan tidak bocor. Implan payudara tidak mempengaruhi ASI, karena implan ini biasanya dimasukkan ke lemak. Karena itu pemberian ASI oleh perempuan yang menggunakan implan payudara baru bisa berbahaya jika implannya bocor atau pecah sehingga bisa meracuni ASI.

image

ASI Wanita dengan HIV Bisa Dikonsumsi Bayinya

Jika seorang ibu mengidap HIV, ia tetap bisa menyusui anaknya dengan didampingi obat antiretroviral (ARV). Jika ibu yang positif HIV, maka sejak awal kehamilannya harus sudah mengonsumsi obat ARV agar virus yang ada dalam tubuh ibu tidak ditularkan pada anaknya. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap ibu yang positif HIV di Afrika Selatan.nIbu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif asalkan si ibu mengonsumsi obat ARV sejak awal kehamilannya.

image

Apapun Bentuk Putingnya, ASI Tetap Bisa Keluar

Puting susu hanyalah sebuah marker atau penanda saja yang terletak pada payudara ibu. Namun, masih banyak masyarakat yang menduga bahwa ASI dikeluarkan dengan cara disedot dari puting. Sebenarnya terjadi adalah ASI keluar dengan cara diperah dari area yang berwarna hitam (areola), bukan disedot dari putingnya. Jadi apapun bentuk putingnya, ASI masih bisa keluar.

image

ASI Lebih Banyak di Salah Satu Payudara

Hampir 3/4 dari seluruh ibu di dunia memproduksi lebih banyak ASI di payudara kanannya. Hal ini bisa terjadi karena faktor kebiasaan atau faktor biologis, seperti kelenjar air susu di salah satu payudara lebih banyak sehingga dapat memproduksi ASI lebih banyak pula. Kebiasaan ibu yang lebih suka menyusui di salah satu payudara saja, misalnya karena kenyamanan posisi saat menggendong bayi, juga bisa memicu kondisi ini. Akibatnya, salah satu payudara lebih sering dikosongkan dibandingkan payudara yang lain. Payudara yang sering dikosongkan akan lebih cepat memproduksi kembali ASI.

Terapi bagi Bayi Kuning

Kuning pada bayi baru lahir sering disebut hiperbilirubinemia, merupakan kulit yang kuning akibat bilirubin dalam darah yang meningkat setelah lahir. Kulit kuning ini sendiri merupakan fisiologis bila mulai timbul pada hari ke-2 atau ke-3 dengan kadar yang rendah. Terapi terbaik untuk kondisi bayi kuning adalah dengan lebih sering memberikan ASI dan anak dijemur di bawah matahari pada pukul 9 pagi.

Diminati Pria Dewasa

Bukan cuma bayi yang mengonsumsi ASI, orang dewasa pun belakangan banyak yang menyukainya. Para binaragawan di Amerika Serikat mengonsumsi ASI sebagai pengganti suplemen protein dan penambah energi. Sebagian pria lainnya mengonsumsi ASI untuk alasan kesehatan. Para ahli meragukan khasiat ASI pada orang dewasa. Menurutnya, ASI tidak tepat digunakan sebagai pengganti suplemen karena komponen pada ASI secara alami ditujukan untuk bayi.

Pos ini dipublikasikan di Mitos & Kontroversi, Tak Berkategori dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s