Manfaat Ekonomi Pemberian ASI


Meskipun menyusui diterima dengan baik sebagai metode optimal pemberian makan bayi tetapi cakupan angka jumlah ibu menuusui di berbagai negara tidak optimal.

Dukungan dari pengusaha, asuransi kesehatan, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Healthy People 2010 -75% dari ibu mulai menyusui bayinya, 50% bayi masih menerima ASI pada 6 bulan, dan 25% bayi masih menyusu pada usia 1 tahun. Dalam era saat ini biaya akuntabilitas dan persaingan ekonomi, kelompok-kelompok ini mungkin akan menginginkan informasi mengenai dampak keuangan dari menyusui dan promosi ASI dari perspektif mereka.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Meskipun banyak penelitian masih diperlukan di daerah ini, bukti menunjukkan bahwa return yang signifikan atas investasi mungkin dengan promosi menyusui. Juga, keuangan perawatan kesehatan harus dilihat dalam konsep nilai. Dalam perawatan kesehatan, nilai dapat dianggap sebagai biaya yang diperlukan untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Dalam istilah awam, ini dapat dianggap sebagai “berapa bang kita mendapatkan untuk uang kita.”

Menyusui jelas meningkatkan kesehatan bayi dan ibu dan tampaknya menghasilkan penghematan biaya bagi orang tua, asuransi, pengusaha, dan masyarakat, yang berarti bahwa nilai medis dan ekonomi menyusui tinggi. Untuk menuai kesehatan dan ekonomi manfaat yang terkait dengan menyusui, masyarakat harus mendukung promosi ASI, yang kemungkinan besar akan memerlukan sebuah dikoordinasikan US Program menyusui. Pemerintah di sebuah negara berada dalam posisi yang unik untuk mencapai tujuan ini karena memandang biaya yang terkait dari perspektif bersama pengusaha, perusahaan asuransi kesehatan, penyedia medis, dan masyarakat. Melalui dukungan dari program tersebut, kemungkinan akan mendapatkan keuntungan secara signifikan dengan meningkatkan kesehatan anak-anak dan keuangan.

image

Bisa Hemat Triliunan Rupiah per Tahun

Jika ibu-ibu di Indonesia mau memberikan ASI eksklusif, maka setiap tahunnya bisa menghemat Rp 18 triliun lebih per tahun. Bila harga 1 kaleng susu formula diasumsikan Rp 65 ribu dan bayi yang lahir di Indonesia 5 juta per tahun, maka biaya 6 bulan susu formula untuk bayi-bayi tersebut adalah: 5 juta x 55 kaleng (@ 400 gram) x Rp 65.000 = Rp 18,012 triliun.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s