Manfaat ASI pada Gangguan Diabetes Melitus


image

ASI berkaitan dengan kandungan hormonal dan faktor hormonal dalam tubuh manusia. ASI mengandung hormon dan faktor pertumbuhan yang berperan dalam proses pematangan saluran cerna terutama fungsi kekebalan dan ketahanan terhadap penyakit. Pemberian ASI eksklusif bersifat protektif terhadap penyakit Diabetes Mellitus tipe I dan 2, serta obesitas. Namun pada umumnya ibu dengan penyakit endokrin relatif aman untuk menyusui.

Manfaat ASI Pada Gangguan Hormonal

* Diabetes Melitus. Diabetes Mellitus (DM) atau lebih dikenal dengan penyakit kencing manis secara garis besar dibagi 2, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Sebenarnya terdapat tipe lain, tapi sangat jarang ditemukan. Pada anak lebih sering ditemukan DM tipe 1, meskipun akhir-akhir ini DM tipe 2 dilaporkan mulai meningkat.

* Diabetes Mellitus tipe 1. Diabetes Mellitus tipe 1 ditandai dengan kurang atau tidak adanya hormon insulin dan meningkatnya kadar gula darah. Keadaan ini disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas akibat reaksi autoimun. Kerusakan sel beta pankreas menyebabkan berkurangnya insulin. Hormon insulin diperlukan oleh tubuh untuk mengatur kadar gula darah agar tubuh dapat menggunakan glukosa atau gula sebagai sumber energi. Bila insulin tidak ada atau berkurang, maka gula tidak dapat digunakan oleh sel tubuh dan kadar gula darah akan meningkat. Meskipun faktor genetik berperan terhadap terjadinya DM tipe 1, interaksi faktor lingkungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh juga merupakan hal yang penting.  Penelitian yang menghubungkan menyusui dengan kejadian DM tipe 1 dilaporkan pertama kali di Skandinavia. Penelitian ini membandingkan anak yang menderita DM tipe 1 dengan saudara kandungnya yang sehat. Anak yang menderita DM tipe 1 ternyata mendapat ASI lebih singkat dibanding mereka yang tidak menderita DM tipe 1. ASI yang diberikan dalam kurun waktu singkat tidak dapat memberikan perlindungan cukup terhadap bahan yang dapat menyebabkan penyakit diabetes. Selain itu, susu sapi diduga dapat merusak sel beta pankreas melalui beban protein yang dikandungnya.  ASI dapat mengurangi risiko terjadinya DM tipe 1. Pemberian ASI dalam kurun waktu singkat atau pemberian dini protein susu sapi dapat meningkatkan risiko terkena DM tipe 1 sebanyak paling sedikit 2 kali lipat. Penelitian yang pada anak 0-14 tahun menunjukkan risiko menderita DM tipe 1 pada anak yang mendapat susu formula 11,3 kali lebih besar dibanding anak yang mendapat ASI eksklusif. Penelitian ini memperlihatkan betapa besarnya pengaruh pajanan protein susu sapi terhadap risiko DM tipe 1 meskipun mempunyai risiko genetik yang sama.

* Diabetes Mellitus tipe 2 dan sindrom metabolik. Pada DM tipe 2 tidak terjadi kekurangan hormon insulin, melainkan lebih disebabkan oleh resistensi insulin sehingga terjadi hiperinsulinemia (kadar insulin tinggi). Pada resistensi insulin, kadar insulin sebenarnya masih dapat normal, namun terjadi kekurang/ tidakpekaan terhadap insulin, sehingga diperlukan kadar insulin lebih tinggi untuk mencapai kadar gula darah normal. Selain dapat berdiri sendiri, DM tipe 2 juga merupakan bagian dari sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah keadaan yang ditandai oleh 3 hal, yaitu (1) kegemukan (obesitas), (2) tekanan darah tinggi, dan (3) gangguan kadar lemak darah (kadar trigliserida tinggi dan kolesterol HDL rendah). Keadaan tersebut merupakan faktor risiko terjadinya penebalan dinding pembuluh darah (aterosklerosis) dan penyakit jantung koroner. Penelitian oleh Petitt dkk (1997) mempelajari hubungan antara menyusui dengan penyakit DM tipe 2 pada masyarakat Indian Pima. Orang yang mendapat ASI eksklusif mempunyai risiko lebih kecil (2,5 kali) untuk menderita DM tipe 2 dibanding mereka yang hanya mendapat susu melalui botol. Menyusui juga menurunkan angka kejadian kegemukan yang dapat menyebabkan hiperinsulinemia dan resistensi insulin. Pemberian susu melalui botol dapat menyebabkan pemberian kalori yang berlebihan akibat adanya usaha mengisap dan asupan lemak yang konstan. Sedangkan, pada bayi yang menyusui (ASI) umumnya sudah mulai letih saat hind milk (mengandung kalori tinggi) dikeluarkan. 

image

Pos ini dipublikasikan di ASI, Manajemen Laktasi, Manfaa-Kandungan Gizi, Masalah Pemberian ASI, Permasalahan Ibu, PERMASALAHAN KESEHATAN LAINNYA, Permasalahan Pemberian ASI, Profesional, REKOMENDASI, Tak Berkategori dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s