Pemberian ASI, Ibu Dengan Gangguan Hormonal


image

ASI berkaitan dengan kandungan hormonal dan faktor hormonal dalam tubuh manusia. ASI mengandung hormon dan faktor pertumbuhan yang berperan dalam proses pematangan saluran cerna terutama fungsi kekebalan dan ketahanan terhadap penyakit. Pemberian ASI eksklusif bersifat protektif terhadap penyakit Diabetes Mellitus tipe I dan 2, serta obesitas. Pemberian ASI oleh Ibu dengan penyakit endokrin pada umumnya relatif aman baik bagi ibu atau bayi.

Ibu dengan penyakit endokrin

Ibu Dengan Diabetes Melitus

* Pada ibu hamil yang menderita Diabetes Mellitus, terdapat kecenderungan untuk melahirkan bayi yang besar. Meskipun beberapa peneliti lain menyatakan bahwa kecenderungan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya volume ASI yang diminum pada minggu pertama.

* Sebuah penelitian di Jerman yang mengobservasi anak (usia 5,4+1,6 tahun) dari ibu-ibu yang menderita DM hanya pada saat hamil (DM Gestasional) memperlihatkan bahwa pemberian ASI selama lebih dari 3 bulan dapat menurunkan terjadinya kegemukan dan penurunan ini sejalan dengan makin lama si anak disusui.
* Menyusui dapat menurunkan risiko tejadinya kegemukan, tanpa dipengaruhi oleh status diabetes dan berat badan ibu. 

Ibu Dengan Hipertiroid

* Ibu hamil yang menderita kelainan kelenjar gondok (tiroid) berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi. Ibu penderita hipertiroid (kelebihan hormon tiroid) yang tidak berobat dengan benar, zat pencetus hipertiroid pada ibu dapat merangsang kelenjar gondok janin sehingga bayi lahir dengan hipertiroid. 

* Bayi yang lahir dengan hipertiroid akan meningkatkan metabolisme tubuh dan penutupan tulang tengkorak secara dini. Penutupan dini akan menyebabkan perkembangan volume otak tidak maksimal. Oleh karena itu, ibu penderita hipertiroid dianjurkan untuk berobat teratur. Konsumsi obat antiroid selama menyusui telah dilaporkan aman bagi bayi.

Ibu Dengan Hipotiroid

* Ibu hamil dan menyusui yang menderita hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) sebaiknya menjaga kondisinya pada kadar hormon tiroid normal.
* Terapi pengganti hormon tiroid juga dilaporkan aman bagi ibu menyusui dan si kecil, selama hormon tiroid terjaga pada kadar normal.

 Sumber : IDAI dan berbagai sumber lainnya

image

Pos ini dipublikasikan di ASI, Manfaa-Kandungan Gizi, Profesional, Tak Berkategori dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s