Pertumbuhan Normal Pada Bayi Dengan ASI Ekslusif


image
Kendala pemberian ASI eksklusif terutama disebabkan oleh kurangnya pemahaman ibu maupun keterampilan petugas kesehatan tentang kecukupan ASI terutama pada minggu pertama menyusui. Pada bayi usia kurang dari 3 bulan. Perlambatan pertumbuhan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh menyusui. Dianjurkan penggunaan kurva (grafik) pertumbuhan WHO 2005 yang dibuat berdasarkan pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif pada setiap pusat kesehatan pemerintah dan swasta. Pertumbuhan berat dan panjang badan bayi dicatat dan digambar setiap bulan pada kurva pertumbuhan.

Pemantauan pertumbuhan

Untuk pertumbuhannya, seorang bayi memerlukan nutrisi yang adekuat, sehingga  dapat menjamin tumbuh kembang berlangsung seoptimal mungkin. Nutrisi terbaik bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya adalah ASI. WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI eksklusif dari sejak lahir sampai usia 6 bulan dan bayi harus sering disusui tanpa dibatasi waktu. Setelah usia 6 bulan bayi akan mendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan usianya; sedangkan ASI tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Pertumbuhan normal seorang bayi sampai umur 6 bulan dapat dicapai hanya dengan pemberian ASI saja.

Pemantauan pertumbuhan bayi dan anak dapat dilakukan dengan menimbang berat badan, mengukur panjang dan lingkar kepala anak. Menimbang bayi dan mengukur panjang badan serta lingkar kepala bayi secara teratur untuk usia di bawah 1 tahun dapat dilakukan setiap bulan, selanjutnya setiap 3 bulan sampai usia 5 tahun. Berdasarkan kurva pertumbuhan yang diterbitkan oleh National Center for Health Statistics (NCHS), berat badan bayi akan meningkat dua kali lipat dari berat lahir pada usia 6 bulan dan meningkat tiga kali lipat dari berat lahir pada usia 12 bulan.

Pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif

* Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan kembali ke berat lahir paling tidak pada usia 2 minggu, dan tumbuh sesuai atau bahkan di atas grafik sampai usia 3 bulan
* Penurunan berat badan bayi selama 2 minggu pertama kehidupan tidak boleh melebihi 10%.
* Bayi yang lahir dengan berat rendah lebih lambat kembali ke berat lahir dibandingkan bayi dengan berat lahir normal, yang dapat lebih jelas diikuti dengan kurva Dancis.
* Apabila memakai grafik pada KMS yang biasa dipakai, bayi yang mendapat ASI eksklusif akan tumbuh lebih lambat sebelum usia 4 sampai 6 bulan. Bayi yang mendapat susu formula akan tumbuh lebih cepat setelah 6 bulan, dan seringkali hal ini dihubungkan dengan risiko obesitas di kemudian hari.
* Berdasarkan Survei Kesehatan dan Nutrisi Nasional III di Amerika Serikat didapatkan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 4 bulan (saat itu batasan ASI eksklusif adalah 4 bulan), pada usia 8-11 bulan, mempunyai rerata berat badan, panjang badan dan lingkar lengan atas lebih rendah dibanding yang mendapatkan susu formula.
* Pada bayi yang mendapat ASI eksklusif akan terjadi catch up growth (tumbuh kejar), sehingga pada usia 5 tahun tidak didapatkan perbedaan antara bayi yang mendapat ASI dengan bayi yang mendapat susu formula. Perlu untuk diketahui, kurva NCHS yang saaat itu dipakai, dibuat berdasarkan pertumbuhan bayi kulit putih yang terutama mendapatkan susu formula. Bayi yang mendapat ASI eksklusif tumbuh lebih cepat pada usia 2 sampai 4 bulan pada kurva NCHS, tetapi mulai usia 6 bulan sampai 1 tahun pertumbuhan tersebut mengalami deselerasi (penurunan).
* Penelitian WHO di Eropa, bayi yang mendapat ASI eksklusif ‰¥ 4 bulan dan terus menyusui sampai umur 1 tahun, terjadi deselerasi pertumbuhan apabila diterapkan pada kurva NCHS. Secara global perlambatan pertumbuhan terjadi pada usia 3 bulan dan secara cepat akan menurun sampai usia 12 bulan. Setelah itu perlambatan pertumbuhan melandai sampai kira-kira usia 18 sampai 19 bulan dan setelah itu akan terjadi percepatan pertumbuhan. Penelitian di negara sedang berkembang seperti Mexico, Senegal dan Kenya mendapatkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mempunyai pertumbuhan berat badan dan panjang badan lebih baik dibanding susu formula. Tentu saja apabila digunakan kurva NCHS, pertumbuhan bayi tersebut terletak pada garis pertumbuhan yang bawah.
* Bayi yang mendapat ASI umumnya tumbuh dengan cepat pada 2-3 bulan pertama kehidupannya, tetapi lebih lambat dibanding bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif. Dalam minggu pertama kehidupan sering ditemukan penurunan berat badan sebesar 5% pada bayi yang mendapat susu formula dan 7% pada bayi yang mendapat ASI. Apabila terjadi masalah dalam pemberian ASI, penurunan berat badan sebesar 7% dapat terjadi pada 72 jam pertama kehidupan.
* Suatu penelitian longitudinal terhadap pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif dan bayi yang mendapat susu formula. Nilai P10 dan P90 kurva berat badan terhadap umur dan panjang badan terhadap umur ke-2 kelompok adalah sama pada saat lahir. Nilai P10 ke-2 kelompok tetap sama pada umur 112 hari (4 bulan). Perbedaan bermakna terlihat pada nilai P90 kurva berat badan terhadap umur; bayi yang mendapat susu formula lebih tinggi dibanding bayi yang mendapat ASI eksklusif. Demikian pula dengan nilai berat badan terhadap panjang badan; bayi yang mendapat susu formula lebih tinggi dibanding bayi yang mendapat ASI.

* Penelitian lain; berat badan bayi yang mendapat ASI lebih ringan dibanding bayi yang mendapat susu formula sampai usia 6 bulan. Hal ini bukan berarti bahwa berat lebih pada bayi yang mendapat susu formula lebih baik dibanding bayi yang mendapat ASI.

* Kurva pertumbuhan yang normal adalah kurva bayi yang mendapat ASI. Berat berlebih pada bayi yang mendapat susu formula justru menandakan terjadi kegemukan. Saat ini WHO telah memperkenalkan kurva pertumbuhan baru dari anak usia 0-5 tahun yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan.

* Penelitian retrospektif yang dilakukan di Baltimore-Washington DC terhadap pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan atau lebih. Kurva berat badan terhadap umur dan panjang badan terhadap umur dari bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan tetap berada di atas P50 kurva NCHS. Bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih dari 6 bulan, kurva berat badan terhadap umur dan kurva panjang badan terhadap umur berada di atas P25 kurva NCHS sampai bayi berumur 9-10 bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kondisi yang optimal, ASI eksklusif mendukung pertumbuhan bayi selama 6 bulan pertama atau lebih.

* Penelitian tentang penambahan berat badan berhubungan bermakna dengan asupan energi total. Penambahan berat badan bayi yang mendapat ASI tidak berhubungan dengan tingkat aktifitas selama 6 bulan pertama kehidupan. 

* Panjang badan mencerminkan pola makan dan kesehatan seseorang pada masa kanak-kanak. Panjang tungkai merupakan komponen dari panjang badan masa kanak-kanak yang sangat berhubungan dengan pola pemberian makan saat bayi.

* Selama masa bayi dan kanak-kanak, pertumbuhan tungkai bawah lebih cepat dibanding bagian tubuh lainnya. Jarak antara lutut dan tumit dapat diekspresikan sebagai persentase total penambahan panjang badan terhadap umur yaitu 25% saat lahir, 27% saat umur 12 bulan, dan 31% pada masa dewasa.

* Suatu penelitian kohort Boyd-Orr yang pertamakali mempelajari dampak jangka panjang dari pemberian ASI pada masa bayi terhadap panjang badan pada masa kanak-kanak dan dewasa, memperlihatkan anak yang mendapat ASI pada masa bayinya secara bermakna lebih tinggi dibanding mereka yang mendapat susu formula.

* Tahun 2005 WHO mengeluarkan kurva pertumbuhan yang baru berdasarkan penelitian pada bayi yang mendapat ASI eksklusif dari ibu yang tidak merokok, yang diikuti dari lahir sampai usia 24 bulan, dan penelitian belah lintang pada anak usia 18 – 71 bulan. Penelitian ini meliputi 8440 bayi dari Brasilia (Amerika Selatan), Ghana (Afrika), India dan Oman (Asia), Norwegia (Eropa) dan Amerika Serikat. Dengan berbagai latar belakang etnis dan budaya yang mewakili berbagai negara di semua benua, maka diharapkan perbedaan pertumbuhan berat dan panjang badan karena faktor genetik dapat diabaikan. Dengan memakai kurva pertumbuhan yang baru, diharapkan pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif di semua negara dapat dinilai lebih obyektif. Beberapa kurva pertumbuhan pada buku kesehatan anak di Indonesia sudah memakai grafik ini, tetapi sampai saat ini belum ada penelitian berskala besar yang melaporkan arah pertumbuhan bayi di Indonesia maupun negara lain setelah penggunaan kurva ini.

Pos ini dipublikasikan di ASI, ASI EKSLUSIF, Pertumbuhan, Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s