Karakteristik dan Profil Feses Bayi ASI Ekslusif


image

Bulan I

Tinja bayi yang wajar berwarna kuning, sedikit berbau, memiliki bentuk lunak agak cair dan dan berwarna kuning. Bentuk tinja juga dapat sedikit berbeda, misalnya berwarna lebih kuninh atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Bayi ASI ekslusif yang semakin mudah buang air besar di hari ketiga kehidupannya berarti dalam keadaan yang baik.

Bayi masih mengeluarkan mekonium pada usia 4 atau 5 hari

Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar dalam 24 jam

Tinja bayi berwarna coklat, jarang buang air besar, atau tinja sedikit

Selain mengamati asupan bayi, memantau frekuensi buang air besar dan jumlah tinja merupakan cara untuk menilai bilamana bayi mendapatkan cukup ASI. Jumlah tinja bayi seharusnya meningkat setidaknya pada hari kelima dengan frekuensi buang air besar dianhgap normal adalah 1- 4 kali setiap hari. Bahkan beberapa bayi buang air besar setiap selesai menyusu bissanya belum tentu infeksi pencernaan. Biasanya hal ini terjadi pafa bayi dengan masalah hipersensitif saluran cerna. Bila bukan karena infeksi BAB sering ini tidak akan membuat berat bayi menurin bahkan justru BB nya akan meningkat.

Bulan II – VI

Frekuensi buang air besar setiap bayi berbeda-beda. Secara umum frekuensi buang air besar bayi akan semakin berkurang seiring pertambahan usianya karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik. Memasuki bulan kedua, beberapa bayi ASI ekslilusif  mendadak mengubah frekuensi buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari. Bahkan ada bayi yang tidak buang air besar selama 20 hari atau lebih. Selama bayi sehat dan bentuk tinja wajar maka hal tidak menjadi masalah. Memang bayi ASI ekslusif lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan tinja. Yetapi uniknya terdapat beberapa bayi lainnya menglami sulirlt BAN. Bahkan ada yang sampai 3-5 hari tidak buanh air besar. Biasanya hal inibserinh terjadinpada penderota bayi dengan hipersensitif saluran cerna . hal ini sering yerjadinoada penderita alergi makanan dan intoleransi makanan.

Setelah Bulan VI

Setelah bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI) biasanya frekuensi buang air besar, bentuk dan jumlah tinja akan berubah tergantung dari asupan makanannya. Jika tinja bayi keras hingga saat buang air besar ia mengalami kesulitan, rasa nyeri, atau bahkan luka anus yang berdarah, hal ini dinamakan sembelit. Penyebab yang paling bukan karena kurang buah, kurang air putih atau kurang sayur. Hal ini dibuktikan justru bayi setelah usia 6 bulan mulai dikenalkan sayur, buah dan air putih justru buah air besar lebih sulit. Seringkali gangguan buang besar karena reaksi simpang makanan berupa alergi makanan atau intoleransi makanan. Hal ini ditandai bahwa beberapa anak dilaporkan saat ganti susu tertentu lebih sulit BAB. Hal demikian juga terjadi saat ada beberapa makanan yang bisa mengakibatkan sulit BAB.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s